Nilai
– Nilai Pancasila Sebagai Sistem Etika Dalam Kehidupan Berbangsa
Pancasila
merupakan ideologi Negara Indonesia. Pancasila berasal dari dua kata bahasa
sansekerta yaitu panca yang berarti lima dan sila yang berarti prinsip atau
dasar. Pancasila merupakan rumusan atau pedoman kehidupan berbangsa dan
bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia. Lantas mengapa pancasila dibentuk? Pancasila yang dijadikan sebagai dasar
Negara mengandung makna bahwa nilai – nilai yang terkandung dalam pancasila
menjadi dasar atau pedoman bagi masyarakat Indonesia. Nilai pancasila dasarnya
merupakan nilai – nilai filsafat yang
mendasar yang dijadikan peraturan dan dasar dari norma – norma yang berlaku dalam Indonesia. Pancasila
memiliki bermacam – macam fungsi dan kedudukan seperti sebagai dasar Negara,
pandangan hidup bangsa, ideologi Negara, jiwa dan kepribadian bangsa yang baik.
Nilai norma – norma adalah konsep –
konsep yang saling berkaitan. Dalam hubungannya dengan pancasila maka ketiganya
akan memberikan pemahaman yang saling melengkapi sebagai sistem etika.
Pancasila sebagai suatu sistem filsafat pada hakekatnya merupakan suatu nilai
yang menjadi sumber dari segala penjabaran norma, baik norma hukum, norma moral
maupun kenegaraan yang lain.
Secara bahasa kata ‘etika’ dari bahasa Yunani ethos yang
memiliki arti tampak dari suatu kebiasaan. Etika ini lah yang kemudian menjadi
perspektif objek/tolak ukur dalam perbuatan, sikap, atau tindakan manusia. Etika
secara khusus merupakan ilmu yang mempelajari tentang sikap dan kesusilaan
suatu individu dalam lingkungan pergaulannya yang berhubungan akan aturan dan
prinsip terkait tingkah laku yang dianggap baik dan benar. Sedangkan
etika secara umum merupakan aturan, norma, kaidah, ataupun tata cara yang biasa
digunakan sebagai pedoman atau asas suatu individu dalam melakukan perbuatan
dan tingkah laku dalam hal yang baik dan benar. Penerapan norma ini sangat erat
kaitannya dengan sifat baik dan buruknya individu di dalam bermasyarakat. Dengan
begitu, Etika merupakan ilmu yang mempelajari baik dan buruknya perbuatan kita serta
kewajiban, hak, dan tanggung jawab masyarakat, secara sosial maupun moral, pada setiap
individu di dalam kehidupan bermasyarakatnya. Atau bisa dikatakan juga bahwa
etika mencakup nilai yang berhubungan dengan akhlak individu terkait benar dan
salahnya perbuatan tersebut. Etika tentunya harus dimiliki oleh setiap individu
dan sangat dibutuhkan dalam bersosialisasi yang dimana hal itu menjadi jembatan
atau penghubung agar terciptanya suatu kondisi yang baik di dalam kehidupan
bermasyarakat. Sebagai contoh, etika yang sering ditemukan dalam kehidupan
sehari-hari dan sekitar, yakni mengucap salam saat bertamu ke rumah orang, baik
itu saudara, kerabat, maupun teman. Kemudian, meminta maaf setelah kita berbuat
kesalahan, dan mengucapkan terima kasih saat seseorang telah menolong atau
membantu kita.
Etika Pancasila mengatakan tentang nilai – nilai yang
mendasar pada setiap sila panncasila dalam kehidupan manusia. Nilai yang
pertama adalah ketuhanan. Sila pertama
merupakan nilai yang terpenting dalam kehidupan. Seluruh nilai – nilai
kehidupan diturunkan dari sila ini. Suatu perbuatan dikatakan baik tidak
bertentangan dengan nilai kebaikan. Pandangan demikian secara empiris bisa
dibuktikan bahwa setiap perbuatan yang melanggar nilai, kaedah dan hukum tuhan
ada kaitannya dengan etika manusia.
Nilai yang kedua adalah kemanusiaan. Suatu perbuatan
dikatakan baik apabila sesuai dengan nilai – nilai kemanusiaan. Prinsip pokok
sila kedua ini terdapat pada nilai keadilan dan keadaban manusia. Keadilan menjadi
syarat keseimbangan antara lahir dan batin, jasmani dan rohani, individu dan
sosial, makhluk bebas mandiri dan makhluk Tuhan yang terikat hukum – hukum
Tuhan. Keadaban mengindikasikan keunggulan manusia dibanding makhluk lain dalam
beretika yang baik.
Nilai yang ketiga adalah kesatuan. Suatu perbuatan dikatakan
baik ketika kita dapat memperkuat rasa persatuan dan kesatuan. Sikap egois dan
tidak acuh merupakan hal yang dapat memecah belah persatuan. Menjaga etika
dalam persatuan dan kesatuan sangat penting dalam kehidupan berbangsa.
Nilai yang keempat adalah kerakyatan. Dalam kaitan dengan
kerakyatan ini terkandung nilai lain yang sangat penting yaitu
hikmat/kebijaksanaan dalam permusyawaratan. Suatu perbuatan belum tentu baik
apabila tidak disetujui oleh masyarakat, namun perbuatan itu baik jika atas
dasar musyawarah yang didasarkan pada konsep hikmah/kebijaksanaan.
Nilai yang kelima adalah keadilan. Pada sila kedua juga
disebutkan kata ‘adil’, maka dalam sila kelima lebih dilihat lagi dalam konteks
manusia selaku individu dan manusia yang bernegara. Etika dan nilai pada sila
kelima lebih mengarahkan nilai – nilai keadilan sosial. Suatu perbuatan akan dikatakan
baik apabila sesuai dengan prinsip dan nilai – nilai keadilan dalam masyarakat.
Nilai – Nilai yang terkandung dalam pancasila dapat menjadi
sistem etika yang sangat kuat. Kelima nilai tersebut tidak hanya bersifat
mendasar bagi kita, namun juga harus bersifat realistis dan diterapkan dalam
lingkungan sekitar kita. Seperti pada halnya dalam kajian aksiologi yang
berkata bahwa keberadaan nilai itu mendahului fakta, maka nilai – nilai pancasila
merupakan nilai – nilai yang penting dan
ideal yang sudah ada dalam cita – cita bangsa Indonesia yang harus diwujudkan
dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.